SMPN 1 JENANGAN

Sjenza Jaya

Sejarah Sekolah

  • Home
  • Sejarah Sekolah

SEJARAH SMP NEGERI 1 JENANGAN

SMP Negeri 1 Jenangan adalah salah satu lembaga pendidikan tingkat menengah negeri pertama yang ada di kecamatan Jenangan. Berdirinya lembaga sekolah ini merupakan usulan pemerintah yang kala itu tepat pada era kepemimpinan Presiden Soeharto, usulannya berupa keinginan untuk mengadakan program pemerataan pendidikan dan ekonomi yang salah satu wujud dari program tersebut adalah pendirian beberapa sekolah di daerah – daerah tertentu.

SMP Negeri 1 Jenangan berdiri sejak tahun 1983. Letak bangunan pertamanya berada di dukuh Dongeng Desa Jimbe, tepatnya yaitu masih bergabung dengan SD 3 Jimbe, karena belum mampu mendirikan bangunan secara mandiri. Pada tahun awal pendirian sekolah ini, telah memiliki siswa sebanyak 32 siswa di setiap kelasnya, sedangkan untuk ruang kelasnya berjumlah 9 kelas, di mana kelas 1 terdiri dari 3 kelas, kelas 2 terdiri dari 3 kelas dan kelas 3 terdiri dari 3 kelas. SMP Negeri 1 Jenangan ini bergabung dengan SD 3 Jimbe selama kurang lebih 2 tahun, hingga pada akhirnya mendapat rekomendasi untuk mendirikan bangunan gedung secara mandiri.

Setelah bergabung dengan SD 3 Jimbe selama2 tahun, salah satu perangkat desa Jenangan yaitu kepala desa Jenangan mengusulkan untuk mengadakan pembangunan gedung SMP Negeri 1 Jenangankepada pihak sekolah. Usulan tersebut disambut disambut baik oleh pihak SMP Negeri 1 Jenangan, yang kemudian mengusulkan program tersebut kepada jajaran MUSPIKA desa Jenangan untuk selanjutnya meminta permohonan izin pendiriangedung baru untuk SMP Negeri 1 Jenangan ini kepada Bapak Marjuki selaku Camat Jenangan atas dasar usulan kepala desa Jenangan.

Setelah mendapatkan izin dari pihak Jenangan para jajaran MUSPIKA merekomendasikan beberapa wilayah yang dapat digunakan sebagai pendirian lokasi bangunan baru untuk SMP Negeri 1 Jenangan. Dari beberapa rekomendasi wilayah tersebut yaitu, di desa Plalangan, desa Jimbe, dan desa Wates. Dari usulan tersebut ternata tidak mendapat sambutan baik, di karenakan ada beberapa faktor yang menjadi kendala, yaitu untuk pembangunan gedung di desa Plalangan dan desa Wates pihak SMP tidak menyetujui karena dianggap terlalu jauh pendiriian bangunan baru dari lokasi awal, yang di khawatirkan akan mengurangi jumlah minat siswa yang ingin bersekolah di SMP Negeri 1 Jenangan. Karena mayoritas siswa yang melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 1 Jenangan adalah lulusan dari SD Pamong, mayoritas siswa yang telah lulus dari sekolah SD kala itu sudah tidak melanjutkan pendidikannya lagi sebab mereka lebih menginginkan untuk bekerja keluar daerah ataupun hanya mengurus hewan ternaknya di rumah. Sedangkan tidak diterimanya ususlan ke du ayaitu pendirian bangunan gedung baru di desa Jimbe adlah terlalu mahalnya biaya yang dikeluarkan untuk membeli lahantersebut, walapun lokasinya pendirian banguna awal di SD 3 Jimbe.

Setelah melalui diskusi panajng perihal mencari lokasi yang tepat untuk pembangunan gedung SMP Negeri 1 Jenangan, akhirnya kepala desa Jenangan mengusulkan untuk mendirikan banugnan baru untuk SMP Negri 1 Jenangan di dukuh Sawur desa Jenangan. Lokasi ini dirasa tepat untuk mendirikan bangunan baru. Dimana lokasi ini merupakan lahan atau tanah bengkok desa se – luas 1,5 hektar. Pihak SMP Negeri 1 Jenangan membeli lahan ini dengan sistem mengganti tanah ini dengan tanah yang ada di SD 3 Jimbe yang akan digunakan sebagai lokasi awal bangunan SMP Negeri 1 Jenangan.

Proses pengerjaan pendirian bangunan gedung bari ini membutuhkan waktu selama 2 tahun lamanya, dari pembangunan tersebut berhasil berdiri 6 ruangan, yaitu 1 ruang kantor guru, 1 ruang laboratorium IPA, 1 ruang Perpustakaan, dan 3 ruang kelas. Dikarenakan kurangnya jumlah ruang kelas dengan jumlah siswa yang cukup banyak, akhirnya untuk penempatan kelas hanya siswa kelas 2 dan sisw akelas 3 saja yang menempati gedung baru ini dengan sistem bergantian yaitu untuk jam belajarnya siang dan sore, sedangkan untuk kelas 1 masih tetap di gedung lama yaitu di SD 3 Jimbe. Setelah melalui proses pembangunan hingga 2 tahun berikutnya, gedung baru di SMP Negeri 1 Jenangan akhirnya siap dan dapat digunakan untuk seluruh kelas pada saat itu hingga tidak lagi bergabung dengan SD 3 Jimbe.